Headlines News :
Home » » Makalah Hukum Nun Mati dan Tanwin

Makalah Hukum Nun Mati dan Tanwin

Written By Anis Khairunnisa on Sabtu, 28 September 2013 | 22.32


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Nun Mati dan Tanwin
Nun Mati, adalah Nun yang tidak berharokat. Baik Fathah, Kasroh, maupun Dhommah. Nun Mati bisa terletak pada kalimat Isim, Fi’il, maupun Huruf. Juga bisa terletak di tengah maupun ujung kalimat. Keberadaan Nun Mati akan selalu nyata, baik dalam bentuk tulisan, pengucapan, Washol, maupun Waqaf. Maksudnya, nyata terdengar bunyi suara Nun-nya.
Tanwin menurut bahasa adalah At-Tashwit, artinya seperti kicuan burung. Sedangkan menurut istilah, Tanwin adalah Nun Mati yang terdapat pada ahir Isim yang tampak dalam bentuk suara (dan ketika Washol), tidak dalam penulisan dan pada saat Waqaf.
Perbedaan pokok antara Nun Mati dan Tanwin:
“Nun Mati tetap nyata dalam penulisan maupun pengucapan, baik dalam Washol maupun dalam Waqaf.” (Al Minahul Fikriyyah, hlm 46)
“(sedangkan) Tanwin tetap nyata (tedengar) dalam pengucapan dan ketika Washol, namun tidak dalam penulisan dan Waqaf.” (Al-Qoulus Sadid, hlm 19)
B.     Pembagian Hukum Nun Mati dan Tanwin
Hukum NunMati dan Tanwin jika bertemu dengan salah satu huruf Hijaiyyah, mempunyai empat hukum bacaan.Yakni:
1.      Idzhar
2.      Idhom
3.      Iqlab
4.      Ikhfa
Dalam nadzom dijelaskan: “Untuk Nun Mati dan Tanwin ada empat hukum, maka ambillah semua pelajaran tersebut.” (Fathul Atfal, hal 6)
1.      Idzhar
“Yang pertama (dalam hukum Nun mati dan Tanwin) Adalah Idzhar,yaitu (Nun mati dan Tanwin) yang terletak sebelum huruf halq yang berjumlah enam.”
a.       Pengertian Idzhar
Idzhar menurut bahasa adalah Al-Bayan, artinya jelas. Sedangkan Idzhar menurut istilah, yakni mengeluarkan setiap huruf dari makhrojnya tanpa memakai dengung (sengau) pada huruf yang dibaca Idzhar. (Hidayatul Mustafid, halm 5)
Idzhar menurut pengertian hukum Nun Mati dan Tanwin adalah:
“Apabila Nun Mati dan Tanwin menghadapi salah satu dari huruf (Halq) yang enam, maka dinamakan Idzhar Halqi.” (Al-Qoulus Sadid, hlm 19)
Huruf yang dimaksud adalah: Hamzah, Ha, ‘Ain, Ghin, Kha, dan Kho. Keenam huruf tersebut dikatakan Idzhar Halqi karena jelasnya pengucapan Nun Mati dan Tanwin ketika menghadapi huruf-huruf yang keluar dari Halq atau tenggorokan.
b.      Tingkatan Idzhar
Ditnjau dari segi jauh-dekatnya kedudukan keenam huruf Idzhar, ditemukan tiga penglompokkan, sbb:
1.      Idzhar A’la, yakni Idzhar yang tinggi atau kuat. Hurufnya Hamzah dan Ha.
2.      Idzhar Ausath, yakni Idzhar pertengahan. Hurufnya ‘Ain dan Kha.
3.      Idzhar Adna, yakni Idzhar yang rendah atau lemah. Hurufnya Ghin dan Kha.
c.       Cara Mengucapkan Idzhar
Secara teoritis, pengucapan Idhar yang baik adalah dengan mengucapkan huruf Nun Mati atau Tanwin sesuai dengan makhroj dan sifat yang dimilikinya, kemudian diiringi pengucapan huruf Idzhar juga sesuai dengan makhroj dan sifatnya .
Pengucapannya berlangsung dengan lunak tanpa terputus anatara kedua huruf, tetapi tidak pula tercampur hingga keluar suara baru milrip Qolqolah. Masing-masing huruf diucapkan sesuai ketentuannya dengan lembut tanpa dipaksa.

d.      Sifat Ghunnah Huruf Nun
Ghunnah atau dengung merupakan sifat asli dari huruf Nun. Sebagian Ahli Tajwid berpendapat bahwa dengan terjadinya Idzhar, sebelum mengucapkan Idzhar, Ghunnah Nun telah hilang. Sebagian lagi berpendapat bahwa Ghunnah tetap ada dan tidak terpengaruh dengan adanya Idzhar tersebut.
Dalam masalah ini, Syekh Al-Mar’asyi memberi komentar bahwa perbedaan pendapat itu sebenarnya hanya dari istilah saja. Bagi yang mengatakan Ghunnahnya hilang, maksudnya Ghunnah tersebut tidak tampak jelas seperti pada waktu Idghom atau Ikhfa. Sedangkan bagi yang mengtakan tetap ada, maksudnya, secara fakta pengucapan Nun tidak akan terlepas dari Ghunnah, sebab Ghunnah merupakan sifat Nun yang asli. Apabila tidak terdapat Ghunnah, jelas bukan huruf Nun yang terdengar.

e.       Penyebab Terjadinya Hukumi Idzhar
Adapun penyebab terjadinya hukum Idzhar adalah karena jauhnya makhroj. Huruf Idzhar keluar dari daerah kerongkongan (Halq) sedang makhroj Nun dan Tanwin berada di ujung lidah. Jadi, akan terjadi kesulitan pengucapan jika diberi hukum lain. Apalagi huruf Nun dan Tanwin termasuk huruf yang mudah pengucapannya, sedankan huruf Halq adalah huruf berat, dengan demikian tidak mungkin pertemuan huruf-huruf ini diberikan hukum Ikhfa ataupun Idghom.

2.      Idghom
“Yang ke-dua (dalam hukum Nun Mati dan Tanwin) adalah Idghom, dengan hurufnya yang berjumlah enam. (Huruf-huruf tersebut) menurut pendapat yang kuat terkumpul dalam lafadz yarmilun.” (Fathul Aqfal, hlm 8)

a.       Pengertian Idghom
Idghom menurut bahasa adalah memasukkan sesuatu kepada sesuatu. Sedangkan menurut istilah, Idghom berarti bertemunya huruf yang bersukun dengan huruf yang berharokat, sehingga kedua huruf tersebut menjadi satu huruf, dan huruf yang ke-dua menjadi bertasydid. Kemudian lisan mengucapkan huruf tersebut dengan sekali ucapan. (Hidayatul Mustafifd, hlm 6)
            Idghom dalam pengertian hukum Nun Mati dan Tanwin:
“Apabila Nu Mati dan Tanwin menghadapi salah satu huruf yang enam, yaitu Ya, Ro, Mim, Lam, Wawu, dan Nun, dinamakan Idghom.”

b.      Pembagian Idghom
Idghom dalam hukum Nun Mati dan Tanwin dibagi dalam dua bagian, yakni:

1)      Idghom Bighunnah
Secara bahasa, Idghom arinya ‘memasukkan’, bighunnah artinya ‘dengan dengung’. Dalam pengertian hukum nun mati dan tanwin, apabila nun mati dan tanwin bertemu dengan salah satu huruf idghom yang empat, maka dinamakan Idghom Bighunnah. (Al-QoulusSadid, hlm 21)
Keempat huruf tersebut terkumpul dalam lafdz ‘yanmu’.
Cara membaca Idghom Bighunnah adalah dengan memasukkan suara nun mati atau tanwin kepada huruf idghom bighunnah yang ada di hadapannya sehingga menjadi satu ucapan, seakan-akan satu huruf. Pada wktu meng-idghom-kan, suara harus di-tasydid-kan kepada huruf Idghom Bighunnah yang ada di depan nun mati atau tanwin, kemudian ditahan kira-kira dua ketukan dengan memakai Ghunnah (sengau) ketika membacanya.
Berbeda dengan hukum lainnya, hukum idghom di sini hanya terjadi pada susunan dua kata, dan tidak terjadi pada satu kata. Apabila berkumpul dalam satu kata, maka tidak boleh di-idghom-kan, melainkan harus dibaca Idzhar Mutlaq. Hal ini dilakukan karena takut tertukar dengan kalimat mudlo’af (penggandaan huruf).
2)      Idghom Bilaghunnah
Idghom Bilaghunnah artinya tidak memakai Ghunnah (dengung/sengau). Dalam pengertian hukum nun mati dan tanwin adalah apabila ada nun mati dan tanwin bertemu dengan huruf lam atau ro, maka dinamakan Idghom Bilaghunnah.
Cara membaca Idhom Bilaghunnah adalah dengan memasukkan suara nun mati dan tanwin sepenuhnya kepada huruf lam atau ro tanpa memakai dengung. Pada saat di-tasydid-kan pada huruf lam dan ro seraya menahan sejenak.


3.      Iqlab

“Yang ke-tiga (dalam hukum Nun Mati dan Tanwin) adalah Iqlab, yakni apabila (Nun Mati atau Tanwin) menghadapi huruf Ba, maka ditukar kepada Mim dengan suara antara Ghunnah dan Ikhfa.” (Fathul Aqfal, hlm 10)

a.       Pengertian Iqlab
Iqlab menurut bahasa ialah memindahkan sesuatu dari bentuk asalnya (kepada bentuk lain). Sedangkan menurut istilah, Iqlab adalah menjadikan suatu huruf kepada makhroj huruf lain dengan tetap menjaga Ghunnah pada huruf yang ditukar.
Iqlab dalam pengertian hukum Nun Mati dan Tanwin, yakni:
“Apabila Nun Mati atau Tanwin beremu dengan huruf Ba, Maka keduanya ditukar dengan huruf Mim, tetapi hanya dalam bentuk suara, tidak dalam tulisan.” (Hidayatul Mustafid, hlm 7)

b.      Cara Membaca Iqlab
Cara membaca Iqlab adalah dengan mengubah suara Nun Mati atau tanwin menjadi Mim. Kedua bibir dirapatkan untuk mengeluarkan bunyi dengan dibarengi dengung yang keluar dari pangkal hidung. Kemudian ditahan sejenak, kira-kira dua ketukan sebagi tanda bahwa di sana terdapat hukum Iqlab.

c.       Penyebab Terjadinya Hukum Iqlab   
Setidaknya ada tiga alas an yang dikemukakan oleh Jumhur Ulama tentang alas an terjadinya hukum Iqlab, yakni:

1)      Karena huruf Nun dan Tanwin mengandung Ghunnah, sedang untuk mengucapkan huruf Ba, bibir harus tertutup. Ini akan mengakibatkan terhalangnya Ghunnah, apabila dibaca dengan Idzhar.
2)      Antara huruf Nun dan Tanwin dengan Ba berbeda makhroj dan sifat. Karena itu ia tidak akan memenuhi syarat apabila dibaca Idghom.
3)      Apabila dibaca dengan Ikhfa, juga tidak mungkin. Karena berarti masih di antara Idzhar dan Idghom.
Karenanya, cara terbaik adalah dengan menukar huruf Nun Mati atau Tanwin dengan Mim. Disamping karena Mim mempunyai sifat yang sama dengan Nun, yakni Ghunnah. Juga karena makhrojnya sama dengan Ba, sehingga pengucapannya menjadi mudah dan sifat Ghunnahnya tidak hilang.
d.      Ikhfa
“Yang ke-empat (dalam hukum Nun Mati dan Tanwin) adalah Ikhfa, yaitu ketika (Nun Mati atau Tanwin) menghadapi huruf-huruf sisa dari hukum-hukum sebelumnya (Idzhar, Idghom, dan Iqlab). Jumlahnya 15 huruf.” (Al-Qoulus Sadid, hlm 20)

a.       Pengertian Ikhfa
Ikhfa menurut bahasa adalah Al-Satru, artinya samara tau tertutup. Sedangkan menurut istilah, Ikhfa adalah mengucapkan huruf dengan sifat antara Idzhar dan Idghom, tanpa tasydid dan dengan menjaga Ghunnah pada huruf yang di-Ikhfa-kan.
Ikhfa dalam pengertian Nun Mati dan Tanwin adalah:
“Apabila Nun Mati dan  Tanwin menjumpai huruf Ikhfa yang lima belas, maka dinamakan Ikhfa Haqiqi.” (Fathul Aqfal, hlm 11)

b.      Cara Membaca Huruf Ikhfa

Yakni dengan memadukan suara antara Nun Mati dan Tanwin dengan suara huruf Ikhfa yang ada di hadapannya. Suara Ikhfa akan terdengar samar antara Idzhar dan Idghom. Ketika itu suara Nun Mati atau Tanwin masih tetap terdengar, namun samar. Demikian juga huruf Ikhfa mulai terdengar, namun samar. Saat proses hukum Ikhfa berlangsung, suara ditahan sejenak kira-kira dua ketukan, baru kemudian disambung dengan pengucapan huruf Ikhfa.

c.       Tingkatan-Tingkatan Bacaan Ikhfa
Sesuai dengan makhrojhuruf Nun (bunyi Nun pada Tanwin) dengan makhroj kelimabelas huruf Ikhfa, berbeda-beda. Maka, karakteristik suara Ikhfa yang dihasilkan juga berbeda-beda. Karena itu hukum Ikhfa dikelompokkan menjadi tiga, yakni:

1)      Ikhfa Ab’ad
Ikhfa Ab’ad artinya Ikhfa yang paling jauh. Ikhfa jenis ini terjadi apabila Nun Mati atau Tanwin menghadapi huruf dari salah satu dua huruf, yakni Qof dan Kaf.
Dinamakan Ikhfa Ab’ad, dikarenakan Nun Mati atau Tanwin menghadapi huruf yang makhrojnya paling jauh dengan makhroj Nun. Di antara kelimabelas huruf Ikhfa, huruf Qof dan Kaf adalah huruf yang paling jauh dari Nun, karena kedua huruf tersebut berasal dari Aqshol Lisan (pangkal lidah).
Paduan Nun Mati atau Tanwin yang menghadapi huruf Qof dan Kaf, akan menghasilkan bunyi ‘Ng’. Dan pada waktu pengucapan Ikhfa Ab’ad ini, bacaan Ikhfa-nya lebih lama dari Ghunnahnya.

2)      Ikhfa Aqrob
Aqrob artinya dekat, sedangkan dalam hukum ini, Ikhfa Aqrob terjadi pada saat Nun Mati dn Tanwin menghadapi salah satu dari ketiga huruf Ta, Tho, dan Dal. Dinamakan Ikhfa Aqrob karena Nun Mati dan Tanwin menghadapi huruf yang letak makhrojnya paling dekat dengan makhroj Nun, yakni pada Ushuluts Tsanayal Ulya, atau pangkal gigi seri atas.
Suara yang dihasilkan dari hukum ini adalah suara yang mendekati huruf ‘N’. Kemudian suara ditahan selama dua ketukan agar tidak tertukar dengan bacaan Idzhar yang dibaca satu ketukan.
3)      Ikhfa Ausath
Ausath artinya pertengahan, terjadi apabila Nun Mati atau Tanwin menghadapi huruf-huruf yang jarak makhrojnya sedang. Tidak terlalu jauh, ataupun terlalu dekat dengan makhroj Nun. Hurufnya ada 10, yakni sisa dari huruf Ikhfa Ab’ad dan Ikhfa Aqrob. Karenanya, suara yang dihasilkan pun suara antara ‘Ng’ dan ‘N’. Dengan bacaan Ikhfa dan Ghunnahnya yang sama.
“Apaila Nun Mati dan Tanwin bertemu dengan huruf Fa, bunyinya berubah menjadi ‘M’ namun mulutnya tidak tertutup rapat, masih ada udara yang keluar ketika membacanya.” Jelas Ust. A. Mas’ud Syafi’I, dalam bukunya, Pelajaran Tajwid.

 
BAB III
KESIMPULAN:

1.      Nun Mati adalah Nun yang tidak berharokat.
2.      Tanwin adalah Nun dalam ucapan, namun tidak pada tulisan.
3.      Pembagian hukum Nun Mati dan Tanwin ada empat, yakni:
1)      Idzhar
2)      Idghom
3)      Iqlab
4)      Ikhfa
4.      Tingkatan Idzhar ada tiga, yakni;
1)      Idzhar A’la, yakni Idzhar yang tinggi atau kuat. Hurufnya Hamzah dan Ha.
2)      Idzhar Ausath, yakni Idzhar pertengahan. Hurufnya ‘Ain dan Kha.
3)      Idzhar Adna, yakni Idzhar yang rendah atau lemah. Hurufnya Ghin dan Kha.
5.      Idghom dibagi menjadi dua, yakni:
1)      Idghom Bighunnah
2)      Idghom Bilaghunnah
6.      Tingkatan Ikhfa ada tiga, yakni:
1)      Ikhfa Ab’ad
2)      Ikhfa Aqrob
3)      Ikhfa Ausath
7.      Terjadinya hukum Nun Mati dan Tanwin ini akibat berbeda-bedanya makhroj di antara bunyi Nun dan huruf-huruf hijaiyyah lainnya.
Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Anda pengunjung ke:

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Rainbow After Tears - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template